Strategi Kendalikan Proyek
Untuk Mencapai
Sasaran Bisnis

Oleh : Djoni Wibisono -
Group Head of Project Management
Solution
Ketatnya persaingan
dan tuntutan prosentase profitabilitas yang semakin
meningkat, membawa dampak yang besar terhadap
mekanisme operasi suatu organisasi. Keputusan
strategis selalu diupayakan guna menghasilkan
dan mempertahankan kelangsungan aktivitas yang
strategis pula.
Sebelum
beroperasi, suatu organisasi / perusahaan harus
menentukan business drivernya terlebih dahulu.
Setelah itu baru menyusun prioritas dan penetapan
parameter masing-masing business driver tersebut,
misal parameternya: low = saving 10%, medium =
saving 20%, high = saving 30% ke atas.
Yang
perlu diketahui bahwa dalam mengelola aktivitas
organisasi dibutuhkan metoda proyek, dimana setiap
pekerjaan memiliki durasi waktu tertentu dan dapat
diukur nilai keberhasilannya untuk mencapai hasil
yang optimal.
Bagaimana strateginya ? Simak uraian singkat dibawah
ini.
Memahami
Business Driver
Yaitu penentuan / pendefinisian tujuan organisasi
yang akan dicapai, misalnya untuk mengurangi biaya
operasional,meningkatkan penjualan, dan lain-lain.
Selanjutnya menyusun rencana strategis sebagai
fondasi yang nantinya akan melekat terus dengan
aktivitas organisasi. Beberapa contoh “business
driver” antara lain:
- Reduce Expense
- Improve Profitability
- Improve Internal Performance
Penetapan Prioritas
Setelah menentukan business driver , perlu dibuat
prioritas dan penetapan parameter dari tiap business
driver. Beberapa metoda dapat dilakukan untuk
menentukan prioritas ini, salah satunya adalah
dengan metoda “pairwise comparison process”,
sehingga bisa didapatkan “consensus strategic
priorities” untuk setiap busines driver
tersebut. Adapun contoh parameternya: low=saving
10%, medium=saving 20%, high=saving 30% ke atas.
Penentuan
Parameter
Untuk mengetahui bahwa suatu proyek melekat pada
suatu “business driver” maka perlu
dilakukan penentuan proyek ini apakah memiliki
implikasi besar atau kecil terhadap “business
driver” tersebut.
Beberapa contoh antara lain:
» Reduce Expense
¤ Extreme
• Reduces
one-time expenses by $600,000 or more, or provides
recurrent cost savings of $2 million
or more over 5 years
¤ Strong
• Reduces
one-time expenses by $400,000 or more, or provides
recurrent cost savings of $1 million
or more over 5 years.
¤ Moderate
• Reduces
one-time expenses by $200,000 or more, or provides
recurrent cost savings of $800,000
or more over 5 years.
¤ Low
• Reduces
one-time expenses of up to $100,000 or provides
recurrent cost savings of up to $200,000
over 5 years.
»
Improve Profitability
¤ Extreme
• Net Present
Value of a project is greater than $600,000
¤ Strong
• Net Present
Value of a project between $300,000 and $599,999
¤ Moderate
• Net Present
Value of a project is between $100,000 and
$299,999
¤ Low
• Net Present
Value of a project between $0 and $99,999
» Improve Internal Performance
¤ Extreme
• Reduces
System downtime by 50% or Increase Capacity by
100%
¤ Strong
• Reduces
System downtime by 25-50% or Increase Capacity
by 50-100%
¤ Moderate
• Reduces
System downtime by 10-25% or Increase Capacity
by 25-50%
¤ Low
• Reduces
System downtime up to 10% or Increase Capacity
up to 25%
Penilaian Proyek
Suatu proyek akan dievaluasi untuk menentukan
adanya hubungan dengan business driver yang sudah
didefinisikan dan melakukan penentuan besar kecilnya
implikasi terhadap business driver yang berhubungan.
Jadi suatu proyek bisa memiliki lebih dari satu
business driver.
Dari hasil penilaian ini akan menghasilkan “strategic
value” untuk tiap-tiap proyek sehingga dapat
disusun prioritas untuk masing-masing proyek.
Dengan pendekatan ini, akan memudahkan suatu organisasi
untuk mengevaluasi semua proyek yang ada dan bagaimana
kontribusi suatu proyek terhadap organisasi secara
keseluruhan. Metoda ini juga bisa dilakukan lewat
pemakaian aplikasi, yang akan mencakup langkah-langkah
di atas dan tentunya juga bisa dilakukan optimisasi
dan “what-if analysis” untuk mendapatkan
hasil yang optimal terhadap kebutuhan organisasi.
Misalnya bila ternyata budget untuk keseluruhan
proyek harus direvisi, harus ditetapkan proyek
mana yang akan dilanjutkan dan yang perlu direview
kembali.
Dari
hasil pelaksanaan semua pendekatan tersebut diatas,
akan mendorong tercapainya efektifitas organisasi,
mekanisme operasional yang tetap fokus dan konsistensi
manajemen terhadap tujuan yang akan diraih, dan
tentunya kecepatan dalam mengambil keputusan akan
membantu organisasi mencapai nilai objektif dari
target yang telah ditetapkan.