Merencanakan
Sistem
Pengendalian Proyek
Oleh Ir.Budhy Manan MT
: Director of Prosys Engineers International, perusahaan
jasa konsultansi di bid.Engineering & Project Management.
Beliau adalah Pimpinan Dewan Sertifikasi IAMPI (Ikatan
Ahli Manajemen Proyek Indonesia)
Kebanyakan
factor yang sering menjadi kekeliruan seorang project
manager adalah begitu mereka menekan nota pelaksanaan
proyek baru, mereka sering kali panic dan merekrut tenaga-tenaga
baru untuk segera memulai pekerjaan , dengan asumsi bahwa
mereka bekerja dengan skedul yang ketat. Mereka tidak
mengambil nafas terlebih dahulu untuk untuk merencanakan
bagaimana memulai proyek tersebut, namun mereka merencanakannya
bersamaan dengan memulai pekerjaan. Bukankah ini sama
dengan sebuah contoh : Anda datang ke sebuah kota yang
asing, mengendarai sendiri mobil Anda, mempunyai janji
untuk bertemu client disebuah tempat, namun Anda lupa
membawa peta. Memang Anda akan tetap sampai ke tujuan,
namun setelah terlebih dahulu menghabiskan waktu untuk
bertanya, salah jalan, sehingga itu semua memakan waktu
Anda terlebih dahulu.
Kebutuhan akan Perencanaan dan Pengaturan
Dalam
buku Guide to the Project Management Body of Knowledge,
yang lebih dikenal dengan Abbreviation PMBOK Guide, 2000
Edition (diterbitkan oleh the Project Management Institute,
USA), Management Proyek adalah melakukan lima tahapan pekerjaan
: Memulai (Initiating), merencanakan (Planning), Mengerjakan
(Executing), Mengontrol (Controlling), dan Menutup (Closing),
(lihat diagram). Pekerjaan mengontrol adalah membandingkan
antara apa yang anda rencanakan dengan apa yang anda harapkan
terjadi, sehingga tindakan perbaikan dapat diambil ketika
terjadi penyimpangan dari target. Ini menjadi jelas, bahwa
tanpa perencanaan, maka anda tidak dapat mengontrol proyek
tersebut. Ada sebuah ungkapan “kita seolah tidak mempunyai
waktu untuk merencanakan pekerjaan kita, namun kita selalu
mempunyai waktu untuk mengerjakannya secara bersamaan”,
dan demi melihat proyek kita, kita akan menyadari kenyataan
apa yang sebenarnya terjadi.
Definisi dari Mengontrol
Pekerjaan membuat laporan dan melakukan control sering kali
membingungkan. Padahal keduanya adalah pekerjaan yang berbeda.
Membuat laporan adalah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan
dan apa yang telah dilakukan/pencapaian target dalam suatu
momen, dan apa saja yang seharusnya/sebaiknya dilakukan
(prediksi). Sementara mengontrol adalah mengetahui penyimpangan
dalam sebuah perencanaan, memutuskan sebuah langkah untuk
mengatasi penyimpangan tadi dan mengembalikannya ke rencana
semula, serta diikuti dengan langkah untuk memonitor pelaksanaan
dari baru tadi.
Apa
Yang Harus Dikontrol
Anda tidak salah jika mengatakan bahwa semua yang terjadi
diproyek adalah penting dan untuk itu perlu dikontrol. Namun
mengawasi semua hal-hal kecil akan membuat kita membutuhkan
tenaga dan waktu yang besar, yang sering kali kita tidak
mempunyai itu semua. Ini berarti kita harus memprioritaskan
apa yang harus kita control. Kita harus memutuskan karakteristik
apa yang paling penting dari proyek tersebut. Dan dalam
beberapa kasus factor-faktor ini selalu ada dalam bagian
strategi perencanaan proyek kita, meliputi jenis pekerjaan
(scope of work), biaya (cost), waktu (time), dan mutu (quality).
Seorang Project Manager yang efektif bersama timnya akan
selalu bergelut didalam proyek dalam rangka menyeimbangkan
kebutuhan akan jenis, biaya, waktu, dan mutu untuk memenuhi
tuntutan proyek. Bergantung kepada strategi proyek, karakter,
dan situasi, prioritas control akan selalu bervariasi dari
waktu ke waktu, namun yang selalu akan kita monitor dan
awasi adalah urusan biaya dan waktu. Pimpinan Perusahaan
yang sering kali tidak mempunyai banyak waktu, akan hanya
selalu melihat sebuah laporan secara singkat, seperti pengeluaran
biaya (cash flow) yang itu memang merupakan kombinasi dari
dua aspek utama, waktu dan biaya. Penyimpangan dari biaya
pengeluaran proyek, khususnya jika mengarah ke pengeluaran
yang negatif, dapat menyebabkan kualitas proyek menjadi
berkurang, seperti kemunduran schedule dari yang direncanakan,
serta penundaan pembayaran upah terhadap pekerja. Pekerjaan
yang tidak sempurna akan berdampak terhadap upah dan mundurnya
jadwal.
Kapan Harus Mengambil Tindakan
Kapan memutuskan sampai dimana kemajuan yang dicapai adalah
penting. Terlambat mengetahui sebuah penyimpangan yang terjadi
sangatlah menyakitkan dan bakal membutuhkan banyak factor
untuk mengembalikan sebuah rencana kembali pada jalurnya.
Namun disisi lain, terlalu sering mengambil keputusan atas
kemajuan sebuah proyek akan menjengkelkan sebagian besar
tim proyek, dan mereka tidak akan loyal pada Anda ketika
membuat sebuah laporan proyek. Ini jelas bahwa aktifitas
pengawasan haruslah seimbang, serta menyesuaikan dengan
karakter sebuah proyek haruslah menjadi pertimbangan. Pada
sebagian proyek, laporan mingguan mungkin normal, namun
jika Anda berada pada sebuah persimpangan, Anda mungkin
menginginkan sebuah laporan harian. Sebuah factor lain yang
juga penting adalah kecepatan Anda dalam menanggapi sebuah
situasi. Adalah sangat tidak bisa diterima jika Anda telah
sering kali mendeteksi sebuah penyimpangan, namun Anda terlambat
menyikapinya. Terlambat dalam menerima informasi dan atau
mengambil keputusan akan merusak semua system control. Untuk
mengefisienkan sebuah system komunikasi, memangkas sebuah
birokrasi yang berbelit kadang diperlukan.
Batas
Penyimpangan
Kapankah penyimpangan menjadi masalah besar? Kapan sebuah
iritasi ringan tumbuh menjadi tumor yang harus segera dioperasi?
Ini bergantung pada 'ambang sensitifitas' organisasi yang
berwenang dan sifat proyek itu sendiri, yang bervariasi
pada proyek ke proyek. Sebagai contoh, proyek A dengan budget
1 milyar, disediakan cadangan dana sebesar 10 juta akan
menyebabkan kekhawatiran, namun untuk proyek B dengan budget
100 milyar dengan cadangan yang sama hanyalah sebuah gangguan
kecil. Pertimbangan yang sama juga digunakan untuk mengontrol
time schedule. Penyimpangan biasanya tidak terjadi secara
tiba-tiba, kecuali dalam situasi yang genting, namun bertahap,
dalam skala kecil. Karakter ini dapat digunakan untuk menyusun
system peringatan dini. Katakanlah Anda membagi batas penyimpangan
dalam tiga tahap. Tahap pertama, penyimpangan dimonitor
dengan ketat namun belum memerlukan tindakan yang cepat.
Ketika penyimpangan meneyentuh tahap kedua, mulailah merencanakan
bagaimana mengatasi masalah tersebut, dan ketika sampai
pada tahap ketiga, jadikan rencana tersebut sebagai sebuah
tindakan.
Laporan
Kemajuan
Laporan rutin diperlukan mempertahankan kesadaran tim atas
proyeknya, dimana penyimpangan terjadi dan apakah langkah
perbaikan yang diambil sudah cukup efektif. Orang-orang
perlu untuk melihat kembali laporan-laporan tersebut, namun
mereka akan mudah bosan demi melihar berlembar-lembar halaman
yang berisi kolom-kolom gambar dan tanggal. Untuk itu, mempersiapkan
sebuah laporan dalam bentuk visual akan lebih efektif. Jika
Anda dapat melihat apa
Kebanyakan
factor yang sering menjadi kekeliruan seorang project manager
adalah begitu mereka menekan nota pelaksanaan proyek baru,
mereka sering kali panic dan merekrut tenaga-tenaga baru
untuk segera memulai pekerjaan , dengan asumsi bahwa mereka
bekerja dengan skedul yang ketat. Mereka tidak mengambil
nafas terlebih dahulu untuk untuk merencanakan bagaimana
memulai proyek tersebut, namun mereka merencanakannya bersamaan
dengan memulai pekerjaan. Bukankah ini sama dengan sebuah
contoh : Anda datang ke sebuah kota yang asing, mengendarai
sendiri mobil Anda, mempunyai janji untuk bertemu client
disebuah tempat, namun Anda lupa membawa peta. Memang Anda
akan tetap sampai ke tujuan, namun setelah terlebih dahulu
menghabiskan waktu untuk bertanya, salah jalan, sehingga
itu semua memakan waktu Anda terlebih dahulu.
Kebutuhan
akan Perencanaan dan Pengaturan
Dalam buku Guide to the Project Management Body of Knowledge,
yang lebih dikenal dengan Abbreviation PMBOK Guide, 2000
Edition (diterbitkan oleh the Project Management Institute,
USA), Management Proyek adalah melakukan lima tahapan pekerjaan
: Memulai (Initiating), merencanakan (Planning), Mengerjakan
(Executing), Mengontrol (Controlling), dan Menutup (Closing),
(lihat diagram). Pekerjaan mengontrol adalah membandingkan
antara apa yang anda rencanakan dengan apa yang anda harapkan
terjadi, sehingga tindakan perbaikan dapat diambil ketika
terjadi penyimpangan dari target. Ini menjadi jelas, bahwa
tanpa perencanaan, maka anda tidak dapat mengontrol proyek
tersebut. Ada sebuah ungkapan “kita seolah tidak mempunyai
waktu untuk merencanakan pekerjaan kita, namun kita selalu
mempunyai waktu untuk mengerjakannya secara bersamaan”,
dan demi melihat proyek kita, kita akan menyadari kenyataan
apa yang sebenarnya terjadi.
Definisi
dari Mengontrol
Pekerjaan membuat laporan dan melakukan control sering kali
membingungkan. Padahal keduanya adalah pekerjaan yang berbeda.
Membuat laporan adalah mengetahui apa yang seharusnya dilakukan
dan apa yang telah dilakukan/pencapaian target dalam suatu
momen, dan apa saja yang seharusnya/sebaiknya dilakukan
(prediksi). Sementara mengontrol adalah mengetahui penyimpangan
dalam sebuah perencanaan, memutuskan sebuah langkah untuk
mengatasi penyimpangan tadi dan mengembalikannya ke rencana
semula, serta diikuti dengan langkah untuk memonitor pelaksanaan
dari baru tadi.
Apa
Yang Harus Dikontrol
Anda tidak salah jika mengatakan bahwa semua yang terjadi
diproyek adalah penting dan untuk itu perlu dikontrol. Namun
mengawasi semua hal-hal kecil akan membuat kita membutuhkan
tenaga dan waktu yang besar, yang sering kali kita tidak
mempunyai itu semua. Ini berarti kita harus memprioritaskan
apa yang harus kita control. Kita harus memutuskan karakteristik
apa yang paling penting dari proyek tersebut. Dan dalam
beberapa kasus factor-faktor ini selalu ada dalam bagian
strategi perencanaan proyek kita, meliputi jenis pekerjaan
(scope of work), biaya (cost), waktu (time), dan mutu (quality).
Seorang Project Manager yang efektif bersama timnya akan
selalu bergelut didalam proyek dalam rangka menyeimbangkan
kebutuhan akan jenis, biaya, waktu, dan mutu untuk memenuhi
tuntutan proyek. Bergantung kepada strategi proyek, karakter,
dan situasi, prioritas control akan selalu bervariasi dari
waktu ke waktu, namun yang selalu akan kita monitor dan
awasi adalah urusan biaya dan waktu. Pimpinan Perusahaan
yang sering kali tidak mempunyai banyak waktu, akan hanya
selalu melihat sebuah laporan secara singkat, seperti pengeluaran
biaya (cash flow) yang itu memang merupakan kombinasi dari
dua aspek utama, waktu dan biaya. Penyimpangan dari biaya
pengeluaran proyek, khususnya jika mengarah ke pengeluaran
yang negatif, dapat menyebabkan kualitas proyek menjadi
berkurang, seperti kemunduran schedule dari yang direncanakan,
serta penundaan pembayaran upah terhadap pekerja. Pekerjaan
yang tidak sempurna akan berdampak terhadap upah dan mundurnya
jadwal.
Kapan
Harus Mengambil Tindakan
Kapan memutuskan sampai dimana kemajuan yang dicapai adalah
penting. Terlambat mengetahui sebuah penyimpangan yang terjadi
sangatlah menyakitkan dan bakal membutuhkan banyak factor
untuk mengembalikan sebuah rencana kembali pada jalurnya.
Namun disisi lain, terlalu sering mengambil keputusan atas
kemajuan sebuah proyek akan menjengkelkan sebagian besar
tim proyek, dan mereka tidak akan loyal pada Anda ketika
membuat sebuah laporan proyek. Ini jelas bahwa aktifitas
pengawasan haruslah seimbang, serta menyesuaikan dengan
karakter sebuah proyek haruslah menjadi pertimbangan. Pada
sebagian proyek, laporan mingguan mungkin normal, namun
jika Anda berada pada sebuah persimpangan, Anda mungkin
menginginkan sebuah laporan harian. Sebuah factor lain yang
juga penting adalah kecepatan Anda dalam menanggapi sebuah
situasi. Adalah sangat tidak bisa diterima jika Anda telah
sering kali mendeteksi sebuah penyimpangan, namun Anda terlambat
menyikapinya. Terlambat dalam menerima informasi dan atau
mengambil keputusan akan merusak semua system control. Untuk
mengefisienkan sebuah system komunikasi, memangkas sebuah
birokrasi yang berbelit kadang diperlukan.
Batas
Penyimpangan
Kapankah penyimpangan menjadi masalah besar? Kapan sebuah
iritasi ringan tumbuh menjadi tumor yang harus segera dioperasi?
Ini bergantung pada 'ambang sensitifitas' organisasi yang
berwenang dan sifat proyek itu sendiri, yang bervariasi
pada proyek ke proyek. Sebagai contoh, proyek A dengan budget
1 milyar, disediakan cadangan dana sebesar 10 juta akan
menyebabkan kekhawatiran, namun untuk proyek B dengan budget
100 milyar dengan cadangan yang sama hanyalah sebuah gangguan
kecil. Pertimbangan yang sama juga digunakan untuk mengontrol
time schedule. Penyimpangan biasanya tidak terjadi secara
tiba-tiba, kecuali dalam situasi yang genting, namun bertahap,
dalam skala kecil. Karakter ini dapat digunakan untuk menyusun
system peringatan dini. Katakanlah Anda membagi batas penyimpangan
dalam tiga tahap. Tahap pertama, penyimpangan dimonitor
dengan ketat namun belum memerlukan tindakan yang cepat.
Ketika penyimpangan meneyentuh tahap kedua, mulailah merencanakan
bagaimana mengatasi masalah tersebut, dan ketika sampai
pada tahap ketiga, jadikan rencana tersebut sebagai sebuah
tindakan.
Laporan
Kemajuan
Laporan rutin diperlukan mempertahankan kesadaran tim atas
proyeknya, dimana penyimpangan terjadi dan apakah langkah
perbaikan yang diambil sudah cukup efektif. Orang-orang
perlu untuk melihat kembali laporan-laporan tersebut, namun
mereka akan mudah bosan demi melihar berlembar-lembar halaman
yang berisi kolom-kolom gambar dan tanggal. Untuk itu, mempersiapkan
sebuah laporan dalam bentuk visual akan lebih efektif. Jika
Anda dapat melihat apa.
«
back
___________________________________________________________________________________________________________________ |