
PMBOK®
is a registered trademark of the Project Management Institute,
Inc.
MANAJEMEN PROYEK
(FREQUENTLY ASKED QUESTIONS)
By Badan Sertifikasi IAMPI
(Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia)
Latar Belakang Metode Manajemen
Proyek
Abad ke 21 ditandai dengan maraknya globalisasi, berlakunya
budget yang lebih ketat, waktu pelaksanaan yang lebih
pendek dan sumber daya yang semakin langka. Kompetisi
yang ketat dalam industri telah memaksa para pelaku dalam
industri itu untuk menemukan cara-cara baru dalam menjalankan
bisnisnya. Suatu metode pendekatan yang fleksibel dan
tanggap untuk menghadapi permintaan pelanggan yang selalu
berubah-ubah adalah penting. Dengan kata lain, untuk menguasai
bisnis dalam waktu yang akan datang seorang pelaku bisnis
harus mampu menghasilkan suatu produk dengan lebih cepat,
lebih murah dan dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan
dengan produk dari pesaingnya. Proyek disini dipakai sebagai
salah satu 'strategic tool' untuk mendukung pencapaian
sasaran dan mengalahkan para pesaing bisnisnya. Metode
manajemen proyek memungkinkan kita untuk lebih berfokus
pada prioritas, mengawasi 'performance' mengatasi masalah
dan melakukan penyesuaian terhadap perubahan. Demikian
pula metode ini memberikan kepada kita lebih banyak kontrol
dan menyediakan berbagai 'tools and techniques' yang telah
teruji untuk membantu seorang manager proyek dalam memimpin
tim-tim proyek guna mencapai sasarannya sesuai waktu dan
anggaran yang telah ditentukan.
Apakah
yang dimaksud dengan Proyek itu?
Setiap proyek harus memiliki start dan finish yang jelas,
sekumpulan aktivitas yang berurutan diantara dua kejadian
itu, berikut adanya suatu sasaran tertentu.
Sesuai definisi dalam buku panduan PMBOK® (A Guide to
the Project Management Body of Knowledge) terbitan PMI,
USA; suatu proyek adalah suatu usaha sementara yang dilaksanakan
untuk menghasilkan suatu produk atau jasa yang unik. Sementara
diartikan bahwa setiap proyek memiliki tanggal mulai dan
selesai yang tertentu. Unik diartikan bahwa produk atau
jasa yang dihasilkan adalah berbeda dari produk atau jasa
sejenis lainnya. Tidak ada dua proyek yang 100% sama.
Berbagai contoh dari proyek adalah:
- Mengarang dan menerbitkan buku.
- Mempromosikan produk dalam suatu tur ke daerah selama
periode 2 minggu.
- Membuka suatu kantor cabang yang baru.
- Mengembangkan suatu produk atau jasa baru.
- Merencanakan suatu sistem komunikasi yang baru.
- Restukturisasi dari organisasi.
- Membangun suatu bangunan gedung atau fasilitas lainnya.
- Menyelenggarakan pesta perkawinan, ulang tahun, dsbnya.
Jelaslah
bahwa proyek itu tidak selalu harus diasosiasikan dengan
dunia konstruksi melainkan juga dengan dunia non-konstruksi.
Yang membedakan antara kedua jenis proyek hanyalah produk
akhirnya, nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible)
saja.
Apakah
perbedaan antara Proyek dan 'pekerjaan yang lain'?
Bilamana dibandingkan dengan definisi dari proyek, maka
semua 'pekerjaan yang lain' dianggap sebagai suatu rutinitas
belaka. Suatu pekerjaan rutin biasanya berlangsung secara
kontinu, berulang-ulang dan berorientasi ke proses. Sebagai
suatu proses yang terus menerus, pekerjaan yang rutin tidak
dianggap suatu proyek.
Sebagai
contoh : perakitan mobil-mobil Kijang pada 'assembly line'
bukan proyek, namun membuat protipe mobil Kijang yang pertama
merupakan suatu proyek. Demikian pula pembangunan pabrik
/ fasilitas perakitan mobil-mobil Kijang itu juga merupakan
proyek.
Apakah
Manajemen Proyek itu ?
Manajemen proyek adalah penerapan dari pengetahuan, ketrampilan,
'tools and techniques' pada aktivitas-aktivitas proyek supaya
persyaratan dan kebutuhan dari proyek terpenuhi. Proses-proses
dari manajemen proyek dapat dikelompokkan dalam lima kelompok
yaitu : 'initiating process, planning process, executing
process, controlling process dan closing process'.
Pengetahuan
apa yang harus dikuasai seorang Manajer Proyek ?
Seorang
Manajer Proyek haruslah menguasai pengetahuan dan praktek
lapangan dari kesembilan bidang keahlian, 'knowledge areas',
sebagai berikut :
-
Project Scope (Lingkup Pekerjaan) Management,
- Project Time (Waktu) Management,
- Project Cost (Biaya) Management,
- Project Quality (Kualitas) Management,
- Project Human Resource (Sumber Daya Manusia) Management,
- Project Risk (Resiko) Management,
- Project Communications (Komunikasi) Management,
- Project Procurement (Pengadaan) Management,
- Project Integration (Integrasi) Management.
Isi
dari masing-masing 'knowledge area' tercantum secara detail
dalam buku 'A Guide to the Project Management Body of Knowledge'
atau PMBOK®.
Apakah yang dimaksud dengan 'life cycle' suatu proyek
?
Sejak
dari awal dimulainya sampai dengan diakhirinya suatu proyek
terdapat berbagai fase yang harus dilalui. Masing-masing
fase mempunyai ciri-ciri yang berbeda, memerlukan waktu
untuk melaksanakannya dan membutuhkan sumber daya yang berbeda
pula.
Pada umumnya terdapat empat fase proyek yaitu : merumuskan
masalah, mencari solusi terhadap masalah itu, melaksanakan
solusi itu dan memonitor hasilnya yaitu apakah solusi tersebut
menyelesaikan masalah tersebut.
Didalam konteks proyek konstruksi maka 'life cycle' proyek
melalui fase-fase : Concept Development (design) Execution
Finish / Close Out.
Apakah
terdapat suatu standar untuk Manajemen Proyek ?
Jawabannya
adalah YA! Terdapat beberapa standar “de facto”
yang telah diterima secara lintas industri, baik secara
nasional maupun internasional.Mereka yang ingin menguji
kompetensinya dalam bidang Manajemen Proyek dapat mengacu
kepada dua buah standar :
-
The Project Management Body of Knowledge (PMBOK®). Standar
ini telah diterbitkan dan menjadi milik dari 'The Project
Management Institute', USA. Standar ini dipakai oleh banyak
negara di dunia, termasuk Asia Tenggara dan Australia. IAMPI
sendiri telah menetapkan dokumen ini sebagai buku panduan
tentang metodologi Manajemen Proyek.
-
The National Competency Standard for Project Management
(NCSPM). Standar ini telah disahkan pemakaiannya secara
umum di Australia dan telah ditetapkan penggunaannya sebagai
standar minimum untuk proses sertifikasi sebagai seorang
professional oleh 'the Australian Institute of Project Management
(AIPM)' dan Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI)
sebagai standar minimum untuk proses sertifikasi sebagai
seorang professional. This is an evidence based assessment
process. This standard is also being used as the basis for
the global PM standard.
Industri
apa saja yang menerapkan Manajemen Proyek ?
Berdasarkan
riset di luar negeri maka 'key industry areas' yang terwakili
didalam 'the Project Management Professional Association'
adalah sebagai berikut :
-
Telekomunikasi 10%
- Management Systems 6%
- Konstruksi 7%
- Information Technology (I.T.) 10%
- Software / Computers 11%
- Lain-lain (berbagai industri, termasuk Banking, Manufacturing,
Military Industry, etc.) 56%
«
back
____________________________________________________________________________________
|